Selasa, 19 Mei 2009

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH ILMUWAN ”GALILEO DAN ISSAC NEWTON”

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH ILMUWAN ”GALILEO DAN ISSAC NEWTON”

Galileo Galileo dilahirkan di Pisa, Italia pada tanggal 15 Februari 1564 dari pasangan Vincenzo Galilei dan Guilia Ammannati. Dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang musisi dan ilmuwan yang berasal dari keluarga bangsawan. Masa kecil Galileo dihabiskan dengan belajar di rumah di bawah bimbingan ayahnya. Baru ketika usianya menginjak 11 tahun ia dikirim ke Benedictine Monastery of Santa Maria di Vallombrosa, sebuah sekolah khusus buat anak-anak para bangsawan. Di sana Galileo belajar tentang banyak hal, antara lain bahasa Latin, Yunani, agama dan musik. Sejak masa kanak-kanak Galileo adalah orang yang tidak mudah menerima kenyataan tanpa bukti.
Kemudian ayahnya mengirimkan Galileo ke Universitas Pisa untuk belajar obat-obatan, tetapi ia ternyata lebih menyukai matematika dan fisika. Galileo tertarik dengan teori yang dikemukakan oleh Aristoteles, bahwa benda yang beratnya berbeda jika dijatuhkan dari atas, kecepatan jatuhnya ke bawah akan berbeda juga. Sedangkan Galileo beranggapan hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut. Galileo kemudian melakukan eksperimen dengan menjatuhkan bola dari puncak Leaning Tower of Pisa. Hasil percobaan itu menjadi sebuah teori baru dalam dunia fisika. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah. Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar.

Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kuadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari ilmu pengetahuan modern. Berawal dari sifat kritis Galileo melihat fakta hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut maka ia mengambil tindakan untuk melakukan eksperimen sebagai pembuktian teori yang diajarkan Aristoteles. Teori Aristoteles menyatakan bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi pemikiran Galileo berbeda ia melakuakan eksperimen yang secara kebetulan tidak disadarinya yaitu dari kebiasaan melakukan percobaan melempar bola dari puncak Leaning Tower of Pisa (menara Pisa). Sehingga percobaan Galileo ini membenarkan ajaran Aristoteles karena terbukti bahwa baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. Pemikiran Galileo yang kritis terhadap teori yang diajarkan Aristoteles termasuk pendekatan rasionalis. Pendekatan empirisnya ditunjukkan dari melihat fakta hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut. Oleh karena itu, ia melakukan eksperimen sebagai pembuktian teori yang diajarkan Aristoteles. Pendekatan positivisme Galileo dengan melakukan percobaan dari kebiasaanya melempar bola dari puncak Leaning Tower of Pisa (menara Pisa). Sehingga Galileo membuktikan bahwa baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.

Isaac Newton Isaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Ia lahir sesudah ayahnya meninggal dunia. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala menginjak dewasa, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia. Newton sendiri agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini dia, pada tahun 1668 merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun. Keberhasilan penemuan Newton di bidang matematika murni dan di bidang mekanika serta bidang-bidang lainnya menjadikannya sebagai orang genius terbesar yang pernah hidup. Pada tahun 1727, Newton menghembuskan nafas penghabisan dikebumikan di Westminster Abbey. Berawal dari sifat kritis Newton yang berfikir tentang adanya fakta “cahaya putih” begitu orang lazim menyebutnya saat itu, yang dilakukan Newton ini termasuk pendekatan rasionalis. Kemudian pemikiran Newton ini berkembang lagi melalui pendekatan empiris. Hal ini dilakukannya dengan pengujian kebenaran melalui pembuktian yang berawal dari panca indra. Terbukti dengan pengamatan Newton dari fakta dengan melihat “cahaya putih”. Berawal dari fakta tersebut kemudian ia melakukan pendekatan positivisme dengan menggunakan alat untuk menguatkan pembuktiannya. Selanjutnya Newton menganalisa yang sebenarnya dan hasil membuktikan bahwa “cahaya putih” tersebut tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Sehingga akhirnya penemuan itu dikenal dengan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini, selanjutnya Newton merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama yaitu model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Issac Newton

http://www-groups.dcs.st-and.ac.uk/~history/Mathematicians/Galileo.html

1 komentar: