NAMA : LAILA RINA MUNAJAH
NIM : 08312241024
PRODI PENDIDIKAN IPA SUB/2
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Center for Civic Education
Center for Civic Education Indonesia is the Indonesian branch of the non-profit Center for Civic Education, based in
The model that CCEI uses to disseminate its programs is simple and successful. With a full-time Jakarta-based staff of three and two part-time officers, CCEI employs the services of three local coordinators in each province. Each coordinator team consists of a faculty member from the local teacher's college (Universitas Negeri or IKIP), a provincial education official with an interest in civic education, and a well-regarded middle school teacher. Coordinators for the projects in twelve provinces were trained by a combination of American and Indonesian trainers who had worked on a pilot project in
Support has also come from
Students working on KBI engage in a process where they learn what public policy is, identify a public policy issue that impacts them, and then work step-by-step towards a proposed new policy. Students interview community leaders, meet and talk with legal and health professionals, visit government offices, and discuss the moral dimensions of policy with religious leaders. Students are equipped with tools to change things in their communities and they learn that the path to a solution is not always a direct one.
Terjemahan indonesia
CCEI merupakan perpanjangan tangan dari Center for Civic Education , lembaga non-profit, yang berkedudukan di Calabasas,
Model pembelajaran yang digunakan oleh CCEI sangat sederhana dan terbukti telah berhasil di banyak propinsi di Indonesia. Dalam mengembangkan kegiatan-kegiatannya, lima orang staff CCEI yang berkedudukan di Jakarta (tiga orang staff full time dan dua orang part time) dibantu oleh tiga orang koordinator di masing-masing propinsi. Tiga orang yang tergabung dalam tim koordinator propinsi tersebut antara lain berasal dari lingkungan sekolah (guru PPKn), lingkungan universitas (dosen PPKn), dan lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi (pengawas sekolah). Para koordinator kegiatan yang berada di 12 propinsi telah dilatih oleh para pelatih baik yang berasal dari Amerika maupun Indonesia. Para pelatih dari Indonesia telah berhasil membuat dan mempraktekkan suatu program percobaan di Bandung. Sejak itu, para koordinator propinsi bekerja keras melatih trainer-trainer baru di propinsi-propinsi lainnya serta ribuan guru di seluruh penjuru Indonesia. Atas dukungan dan kerjasama Universitas, para koordinator yang juga dosen di beberapa universitas negeri di Indonesia telah melatih mahasiswa-mahasiswa mereka yang juga merupakan calon guru. Beberapa Kantor Dinas tingkat propinsi juga ikut memberikan dukungan serta kerjasama mereka dengan mengadakan pelatihan guru-guru PPKn yang berada dalam wilayah mereka.
Dua lembaga Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah juga telah bekerjasama dengan CCEI dalam mengadakan pelatihan untuk guru-guru yang berada dibawah naungan lembaga mereka. Guru-guru yang terpilih ini mendapatkan pelatihan secara intensif selama tiga hari dimana mereka berusaha untuk menyelesaikan suatu proyek siswa dalam skala kecil. Walaupun sebelumnya guru-guru tersebut merasa pesimis terhadap kemungkinan penerapan program ini di sekolah masing-masing namun pada akhirnya mereka malah menjadi pendukung yang terbesar. Mereka sangat bersemangat dalam mencoba menerapkan program ini dikelas. Metodologi pembelajaran yang terpusat pada siswa yang dikembangkan dalam program ini menciptakan suatu situasi dimana peran guru hanyalah sebagai pembimbing dan pengarah sedangkan yang memegang peran aktif adalah siswa. Dalam laporan penerapan program “ Kami Bangsa Indonesia” , para guru menyatakan bahwa siswa-siswi mereka menjadi lebih menaruh rasa hormat kepada guru-guru mereka. Mereka juga menemukan bahwa para siswa ternyata mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikir akan dapat mereka lakukan.
Dalam program ini para siswa terlibat dalam proses dimana mereka belajar apa itu kebijakan publik, bagaimana mereka mengidentifikasikan kebijakan publik yang berpengaruh terhadap diri mereka dan kemudian bekerja setahap demi setahap untuk dapat mengusulkan suatu kebijakan baru. Para siswa juga belajar bagaimana mewawancarai para pemimpin masyarakat, mengunjungi kantor-kantor pemerintahan dan berdiskusi dengan para pemuka agama sehubungan dengan masalah moral yang ada dalam suatu kebijakan. Para siswa juga dibekali bagaimana cara memperbaiki masyarakat dan belajar bahwa mereka tidak dapat langsung memecahkan suatu permasalahan begitu saja tetapi harus melalui beberapa langkah terlebih dahulu.
(http://www.cce-indonesia.org/index_indonesia.html)

Where to Buy Titanium trim - TiG Metal - ITAN-ART
BalasHapusShop benjamin moore titanium the cheapest, most popular Titanium gaggia titanium trim products at the world's titanium white acrylic paint largest online titanium dioxide sunscreen shopping destination. Our Cutlery Razors oakley titanium sunglasses range in quality from traditional Rating: 4.8 · 5 reviews