Kamis, 28 Mei 2009

bahaya narkoba dan penyalahgunaan

Teks Seleksi Musabaqoh Syarhil Qur’an (UNY)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barokatuh

Alhamdulillahi Robbil ‘alamin, Wabihi nasta’in. Wa’ala umuriddunya waddin wa’ala alihi wa sohbihi ajma’in, amma ba’du

Dewan hakim yang kami hormati

Jama’ah Syarhil Qur’an yang berbahagia

Kini, kita telah hidup di abad teknologi, akibatnya kini orang mendewakan teknologi. Orang memberhalakan otak dan dalam kadar yang harus kita waspadai akibat dari kemajuan teknologi itu adalah terjadinya penyalahgunaan narkoba

Akhir-akhir ini, penyalahgunaan narkoba sudah demikian luas di dalam masyarakat. Baik oleh para remaja, orang tua, artis, eksekutif, bahkan para pejabat yang notabenenya beragama islam. Hal ini, kalau tidak segera di upayakan penanggulangannya, akan menimbulkan bencana nasional yaitu, hilangnya generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani di masa yang akan datang.

Berangkat dari fenomena ini hadirin, maka tidaklah berlebihan jika bahaya narkoba dan penyalahgunaan yang kami angkat sebagai momentum pembicaraan dalam pensyarahan kali ini. Dan untuk mengawalinya marilah kita simak lantunan firman Allah , Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 90, Allah berfirman

“Ya~ ayyuhalladzina amanu~ innamal khomru wal maisiru wal anshoobu wal azlaamu rijsun min ‘amalis syaithooni fajtanibuuhu la’allakum tuflihuun”

Artinya: “wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”

Asbabunnuzul, diriwayatkan oleh Annasai dan Al Bayhaqi, bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan peristiwa yang terjadi pada dua suku golongan Anshor yang hidup rukun tidak ada dendam kesumat, tetapi bila mereka minum sampai mabuk, mereka akan saling ganggu-mengganggu, sehingga pudarlah rasa kekeluargaan mereka. Lalu timbul-lah rasa permusuhan di antara mereka akan berbuat seperti ini. Perasaan yang demikianlah hadirin , yang menimbulkan dendam kesumat, berkenaan dengan terjadinya peristiwa ini maka turunlah firman Allah Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 90 “innamal khomru wal maisiru wal ansob”. Disini ada kata “alkhomru” . kata “alkhomru” dalam ayat tersebut , merupakan kalimat atau kata almujmal dan almusytarak yang berarti kata yang mengandung bobot keterpaduan dan banyak persamaan arti makna yang lebih luas dan mencakup umum , meliputi semua zat narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang lainnya yang sering disebut dengan istilah “narkoba minuman syetan pencabut nyawa”.

Disinilah tepatnya kaidah ushul fiqh, ungkapan lafdziyahnya seperti khusus namun keberlakuan maknanya berguna untuk umum. Berkenaan dengan masalah khomr ini, Umar Bin Khottob pernah mengungkapkan “alkhomru ma khomarol aql” . khomr adalah zat apa saja yang dapat melumpuhkan jiwa dan akal pikiran. Bahkan Rosulullah SAW dengan sangat tegas menyatakan “kulu muskirin khomrun wa kullu khomrin haramun”. Setiap yang memabukkan adalah khomr dan setiap khomr adalah haram.

Para pemuda harapan bangsa , para pemudi harapan pertiwi.

Ayat tersebut menegaskan bahwa minum-minuman keras dan penyalahgunaan narkoba, termasuk perbuatan keji, termasuk perbuatan syetan yang terkutuk dan hukumnya di haramkan , tak peduli banyak atau sedikit dalam mengkonsumsinya. Mengapa???? Karena dampaknya akan menimbulkan kebencian, permusuhan, bencana dan malapetaka yang berbahaya bagi darinya sendiri yang bersangkutan, keluarga, lingkungan masyarakat maupun bangsa dan negara. Maka Allah memerintahkan “fajtanibuhu”, maka jauhilan perbuatan-perbutan itu, supaya apa???? “la’allakum tuflihun”. Menjadi orang-orang yang mendapat keberuntungan.

Disini ada kata ijtanibu yang merupakan kalimah amar, dalam kaidah fiqhiyah setiap kali ada kalimah amar, wajib hukumnya untuk melaksanakan. Oleh karena itu hadirin, berdasarkan ayat tersebut wajib bagi kita hukumnya, untuk meninggalkan perbuatan keji yang menyesatkan dan menghancurkan terhadap penyalahgunaan narkoba. Sang bapak moyangnya kehancuran suatu bangsa, biang keladinya permusuhan dan pertikaian antar golongan sebagaimana dilukiskan dalam ayat diatas.

Hadirin sekalian rohimakumullah

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan suatu permasalahan nasional maupun internasional yang sangat kompleks yang dapat merusak dan mengancam kehidupan bangsa, serta dapat melemahkan ketahanan nasional yang menghambat jalannya pembangunan.

Pada beberapa tahun terakhir ini, jumlah tersangka penyalahgunaan narkoba yang dilakukan warga negara indonesia maupun warga negara asing mengalami peningkatan , termasuk peningkatan penyitaan barang bukti. Di samping itu pula hadirin, modus operan di peredaran narkoba juga mengalami cara-cara yang rapi, sehingga sulit terdeteksi oleh petugas dan masyarakat. Sampai saat ini trend perkembangan kejahatan narkoba makin meningkat, serta adanya indikasi bahwa posisi indonesia telah berubah. Dari posisi daerah transit, menjadi daerah konsumen, produsen dan pengekspor barang-barang haram yang dapat mematikan hati nurani.

Berapa banyak para pemuda dan pemudi harapan bangsa yang harus kehilangan masa depan

Berapa banyak bayi yang lahir kemuka bumi,tanpa tahu harus memanggil bapak, akibat dari pergaulan bebas, karena pengaruh ekstasi dan pil koplo

Berapa banyak istri yang harus kehilangan suami, akibat suaminya tidak kembali ke rumah, malah jatuh di pelukan wanita-wanita penggoda, dengan narkoba sebagai jaring penjeratnya.

Dan berapa banyak pejabat yang harus terpaksa mendekam di hotel-hotel prodeo dan tersungkur dari kursi kekuasaannya akibat terlalu terlena oleh buaian nina bobo sabu-sabu yang tanpa peri kemanusiaan mengakhiri karirnya dengan kudeta kenikmatan sesaat

Lalu, masihkah kita akan terus menambah rentetan korban-korban baru yang meregang nyawa dengan su’ul khotimah???

Oleh karena itu, para ulama’ dan umaro’, para toko agama dan masyarakat, dan kita semua yang masih mempunyai hati nurani, harus merasa terpanggil untuk tampil ke depan dalam penanggulangan bahaya narkoba pada kehidupan masyarakat indonesia.

Hadirin, khususnya kawula muda, penerus estafet perjuangan bangsa.

Penyalahgunaan narkoba sebenarnya bukan masalah baru lagi, namun akibatnya, harus tetap kita waspadai. Bahkan pada masa Rosulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang bersumber dari Abu Hurairah. Bahwa ketika Rosulullah SAW pergi ke Madinah, di dapatnya kaumnya suka minum arak dan makan hasil judi, kemudian mereka bertanya kepada Rosulullah tentang hal itu, untuk memberikan jawaban atas pertanyaan itu, maka turunlah Surat Al-Baqarah ayat 219. Allah berfirman

“yas-aluunaka ‘anil khori wal maisir, qul fiihima~ itsmun kabiirun wa manaafi’u linnasi wa itsmuhu maa~ akbaru min naf’ihima, wa yas-aluunaka madza yunfiquun, qulil ‘afwa, kazdalika yubayyinullahu lakumul ayati la’allakum tatafakkarun”.

Artinya:”mereka bertanya kepada-mu (Muhammad) tentang khomr dan judi. Katakanlah. “pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari pada manfaatnya” dan mereka bertanya kepadamu (tentang)apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “kelebihan (dari apa yang diperlukan)”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berfikir ”

Maha benar Allah dengan segala firmannya

Jama’ah Syarhil Qur’an Rohimakumullah

Ayat 219 Surat Al-Baqarah ini, menunjukkan bukti yang otentik bahwa sejak dulu hingga sekarang, minum-minuman keras, judi, dan penyalahgunaan narkoba kegemaran dan kebanggaan yang senantiasa menegakkan umat. Ketiganya nampak seperti bermanfaat, namun hakekatnya, aslinya sangat berbahaya dan terlaknat, karena tidak hanya mengandung unsur yang memabukkan, tetapi membuat pecandunya ketagihan kemudian lumpuh serta mati akal pikiran dan jiwanya. Sedangkan mabuk karena judi, membuat selalu penasaran, yang kemudian stress dan gila jiwanya. Lalu menjangkitlah penyakit “hubbuddunya wa karohhiyatul maut”. Cinta dunia dan takut dengan mati oleh karena itu Allah mengharamkannya.

Pendeknya, bentuk apapun narkoba itu, merupakan kumpulan dan gabungan racun dan bius pembunuh serta pembantai akal pikiran dan jiwa seluruh jenjang generasi, sejak generasi yang gagah berotot, sampai ke generasi kakek nenek yang sudah bongkok.

Begitulah ganasnya narkoba itu sebagai penyakit masyarakat yang maha bahaya. Oleh karena itu, dalam rangka menanggulangi bahaya, maka harus memutuskan rantai peredaran penyalahgunaan narkoba. Mampu menegakkan hukum bagi para pengguna, pengedar, dan prosedur dengan se adil-adilnya tidak pandang bulu. Tak peduli dia rakyat atau pejabat, tak peduli mereka kuli atau polisi, berpangkat tinggi, pengamen atau bahkan presiden.

Hadirin yang berbahagia

Demikianlah pensyarahan yang dapat kami sampaikan dengan suatu kesimpulan, untuk menjaga masa depan generasi penerus dan pewaris pejuang bangsa. kita harus bersama-sama bertekad bulat dan melangkah dalam suatu arah, menyatakah perang terhadap penyalahgunaan narkoba.

Kami akhiri

wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Selasa, 19 Mei 2009

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH ILMUWAN ”GALILEO DAN ISSAC NEWTON”

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU SEJARAH ILMUWAN ”GALILEO DAN ISSAC NEWTON”

Galileo Galileo dilahirkan di Pisa, Italia pada tanggal 15 Februari 1564 dari pasangan Vincenzo Galilei dan Guilia Ammannati. Dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang musisi dan ilmuwan yang berasal dari keluarga bangsawan. Masa kecil Galileo dihabiskan dengan belajar di rumah di bawah bimbingan ayahnya. Baru ketika usianya menginjak 11 tahun ia dikirim ke Benedictine Monastery of Santa Maria di Vallombrosa, sebuah sekolah khusus buat anak-anak para bangsawan. Di sana Galileo belajar tentang banyak hal, antara lain bahasa Latin, Yunani, agama dan musik. Sejak masa kanak-kanak Galileo adalah orang yang tidak mudah menerima kenyataan tanpa bukti.
Kemudian ayahnya mengirimkan Galileo ke Universitas Pisa untuk belajar obat-obatan, tetapi ia ternyata lebih menyukai matematika dan fisika. Galileo tertarik dengan teori yang dikemukakan oleh Aristoteles, bahwa benda yang beratnya berbeda jika dijatuhkan dari atas, kecepatan jatuhnya ke bawah akan berbeda juga. Sedangkan Galileo beranggapan hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut. Galileo kemudian melakukan eksperimen dengan menjatuhkan bola dari puncak Leaning Tower of Pisa. Hasil percobaan itu menjadi sebuah teori baru dalam dunia fisika. Dalam masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah. Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.
Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar.

Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kuadrat jatuhnya benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari ilmu pengetahuan modern. Berawal dari sifat kritis Galileo melihat fakta hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut maka ia mengambil tindakan untuk melakukan eksperimen sebagai pembuktian teori yang diajarkan Aristoteles. Teori Aristoteles menyatakan bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi pemikiran Galileo berbeda ia melakuakan eksperimen yang secara kebetulan tidak disadarinya yaitu dari kebiasaan melakukan percobaan melempar bola dari puncak Leaning Tower of Pisa (menara Pisa). Sehingga percobaan Galileo ini membenarkan ajaran Aristoteles karena terbukti bahwa baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. Pemikiran Galileo yang kritis terhadap teori yang diajarkan Aristoteles termasuk pendekatan rasionalis. Pendekatan empirisnya ditunjukkan dari melihat fakta hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut. Oleh karena itu, ia melakukan eksperimen sebagai pembuktian teori yang diajarkan Aristoteles. Pendekatan positivisme Galileo dengan melakukan percobaan dari kebiasaanya melempar bola dari puncak Leaning Tower of Pisa (menara Pisa). Sehingga Galileo membuktikan bahwa baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara.

Isaac Newton Isaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Ia lahir sesudah ayahnya meninggal dunia. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala menginjak dewasa, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia. Newton sendiri agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini dia, pada tahun 1668 merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun. Keberhasilan penemuan Newton di bidang matematika murni dan di bidang mekanika serta bidang-bidang lainnya menjadikannya sebagai orang genius terbesar yang pernah hidup. Pada tahun 1727, Newton menghembuskan nafas penghabisan dikebumikan di Westminster Abbey. Berawal dari sifat kritis Newton yang berfikir tentang adanya fakta “cahaya putih” begitu orang lazim menyebutnya saat itu, yang dilakukan Newton ini termasuk pendekatan rasionalis. Kemudian pemikiran Newton ini berkembang lagi melalui pendekatan empiris. Hal ini dilakukannya dengan pengujian kebenaran melalui pembuktian yang berawal dari panca indra. Terbukti dengan pengamatan Newton dari fakta dengan melihat “cahaya putih”. Berawal dari fakta tersebut kemudian ia melakukan pendekatan positivisme dengan menggunakan alat untuk menguatkan pembuktiannya. Selanjutnya Newton menganalisa yang sebenarnya dan hasil membuktikan bahwa “cahaya putih” tersebut tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Sehingga akhirnya penemuan itu dikenal dengan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini, selanjutnya Newton merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama yaitu model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Issac Newton

http://www-groups.dcs.st-and.ac.uk/~history/Mathematicians/Galileo.html

Termodinamika

Nama : Laila Rina Munajah

NIM : 08312241024

Prodi : Pendidikan IPA

Termodinamika

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

Termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kecepatan suatu proses berlangsung yang disebut kinetik. Karena alasan ini, penggunaan istilah “termodinamika” biasanya merujuk ke termodinamika setimbang. Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.

Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.

Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.

Sebuah sistem termodinamika

A. Konsep Dasar Dalam Termodinamika

Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter.

B. Sistem Termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

  • sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
  • sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
    • pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
    • pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
  • sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

C. Keadaan Termodinamika

Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam keadaan pasti (atau keadaan sistem).

Untuk keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari sistem dispesifikasikan. Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu membentuk keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.

Jumlah properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari sistem tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti sistem yang lebih besar, dari jumlah minimal tersebut.

Pengembangan hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.

D. Hukum-hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

  • Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.

  • Hukum Pertama Termodinamika

Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

  • Hukum kedua Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

  • Hukum ketiga Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Hukum pertama termodinamika

Hukum pertama termodinamika adalah suatu pernyataan mengenai hukum universal dari kekekalan energi dan mengidentifikasikan perpindahan panas sebagai suatu bentuk perpindahan energi. Pernyataan paling umum dari hukum pertama termodinamika ini berbunyi:

Kenaikan energi internal dari suatu sistem termodinamika sebanding dengan jumlah energi panas yang ditambahkan ke dalam sistem dikurangi dengan kerja yang dilakukan oleh sistem terhadap lingkungannya.

Atau lebih singkatnya:

"energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain."

Pondasi hukum ini pertama kali diletakkan oleh James Prescott Joule yang melalui eksperimen-eksperimennya berhasil menyimpulkan bahwa panas dan kerja saling dapat dikonversikan. Pernyataan eksplisit pertama diberikan oleh Rudolf Clausius pada 1850: "Terdapat suatu fungsi keadaan E, yang disebut 'energi', yang diferensialnya sama dengan jumlah kerja yang dipertukarkan dengan lingkungannya pada suatu proses adiabatik."

Hukum pertama adalah prinsip kekekalan energi yang memasukan kalor sebagai model perpindahan energi. Menurut hukum pertama, energi dalam suatu benda dapat ditingkatkan dengan menambahkan kalor ke benda atau dengan melakukan usaha pada benda. Hukum pertama tidak membatasi tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.

  1. Hukum ini diterapkan pada gas, khususnya gas ideal.

    PV = n R T
    P .
    DV + -V . DP = n R DT
  2. Energi adalah kekal, jika diperhitungkan semua bentuk energi yang timbul.
  3. Usaha tidak diperoleh jika tidak diberi energi dari luar.
  4. Dalam suatu sistem berlaku persamaan termodinamika I:

    D
    Q = DU+ DW

    D
    Q = kalor yang diserap
    DU = perubanan energi dalam
    DW = usaha (kerja) luar yang dilakukan

DARI PERSAMAAN TERMODINAMIKA I DAPAT DIJABARKAN:

  1. Pada proses isobarik (tekanan tetap) ® DP = 0; sehingga,

    D
    W = P . DV = P (V2 - V1) ® P. DV = n .R DT

DQ = n . Cp . DT

® maka Cp = 5/2 R (kalor jenis pada tekanan tetap)

DU-= 3/2 n . R . DT

  1. Pada proses isokhorik (Volume tetap) ® DV =O; sehingga,

    D
    W = 0 ® DQ = DU

DQ = n . Cv . DT

® maka Cv = 3/2 R (kalor jenis pada volume tetap)

AU = 3/2 n . R . DT

  1. Pada proses isotermik (temperatur tetap): ® DT = 0 ;sehingga,

    DU = 0 ® DQ = DW = nRT ln (V2/V1)
  2. Pada proses adiabatik (tidak ada pertukaran kalor antara sistem dengan sekelilingnya) ® DQ = 0 Berlaku hubungan::

    PV
    g = konstan ® g = Cp/Cv ,disebut konstanta Laplace

  3. Cara lain untuk menghitung usaha adalah menghitung luas daerah di bawah garis proses.

Gbr. Isobarik

Gbr. Isotermik

Gbr. Adiabatik


  1. Usaha pada proses
    a ® b adalah luas abb*a*a

    Perhatikan perbedaan grafik isotermik dan adiabatik ® penurunan adiabatik lebih curam dan mengikuti persamaan PVg= C.

    Jadi:
    1. jika
    DP > DV, maka grafik adiabatik.
    2. jika DP = DV, maka grafik isotermik.

Catatan:

  1. Jika sistem menerima panas, maka sistem akan melakukan kerja dan energi akan naik. Sehingga DQ, DW ® (+).
  2. Jika sistem menerima kerja, maka sistem akan mengeluarkan panas dan energi dalam akan turun. Sehingga DQ, DW ® (-).
  3. Untuk gas monoatomik (He, Ne, dll), energi dalam (U) gas adalah

    U = Ek = 3/2 nRT
    ® g = 1,67
  4. Untuk gas diatomik (H2, N2, dll), energi dalam (U) gas adalah

Suhu rendah
(T
£ 100ºK)

U = Ek = 3/2 nRT

® g = 1,67

® Cp-CV=R

Suhu sedang

U = Ek =5/2 nRT

® g = 1,67

Suhu tinggi
(T > 5000ºK)

U = Ek = 7/2 nRT

® g = 1,67

Hukum Kedua Termodinamika

Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sebuah kolam tidak membeku di musim panas. Jika sebuah benda panas berinteraksi dengan benda dingin, maka tak terjadi bahwa benda panas tersebut semakin panas dan benda dingin semakin dingin, meskipun proses-proses tersebut tidaklah melanggar hukum kekekalan energi yang dinyatakan sebagai hukum pertama termodinamika.

Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama, terjadi atau tidak terjadi di alam. Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan, �Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan efek lain, selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi".

Bila ditinjau siklus Carnot, yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor, pemuaian adiabatik, pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik; jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol, maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan, mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut, tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut.

Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan, "Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar".

Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan, kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar.

Di dalam ekspansi bebas, molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi, sehingga mencapai temperatur yang serba sama T, maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau, dalam arti, pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2".

Di dalam mekanika statistik, hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah, pers. (1):

S = k log w

dimana k adalah konstanta Boltzmann, S adalah entropi sistem, w adalah parameter kekacauan, yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati.

Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal, dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar, maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V; yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah, pers. (2):

W1 = c V

dimana c adalah konstanta. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w. Yakni, kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volume V adalah, pers.(3):

w = w1N = (cV)N.

Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1), maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah, adalah bernilai positip. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar.

Definisi statistik mengenai entropi, yakni persamaan (1), menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan, yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Dalam hal ini, keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. Akan tetapi fluktuasi, misal gerak Brown, dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Dari sudut pandang ini, tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Jika cukup lama ditunggu, keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin, bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin.86

286dafddddd

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Termodinamika

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_termodinamika

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Fisika/0285%20Fis-1-5b.htm

http://triatmojo.wordpress.com/2006/09/02/termodinamika/

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1112756344

http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=205

http://fisikarudy.wordpress.com/goal-anda/tafsir-hukum-pertama-termodinamika2/